Selasa, 01 Agustus 2023

Sejarah Pemerintahan Lembang Buntu Tabang



(Sumber Foto:Istimewa)
 

Asal nama Lembang Buntu Tabang diambil dari dua nama tempat yaitu “Buntu” & “Tabang”. Buntu adalah salah satu bagian wilayah pemerintahan Lembang Buntu Limbong sebelumnya yaitu Dusun Buntu,  dan Tabang adalah salah satu tempat pusat pemukiman penduduk pada saat rumah-~rumah adat tua masih ada yaitu wilayah Kampung Pangala’ sekarang. Jadi Buntu Tabang  adalah  satu kesatuan masyarakat yang digabung menjadi satu wilayah pemerintahan baru sebagai masyarakat adat Tongkonan A’pa’. 

± Kepala Lembang

Pemerintahan Buntu Tabang awalnya berstatus Desa yang kemudian berstatus Lembang karena di Lembang Buntu Tabang mengalami dua kali pemekaran dari Lembang Buntu Limbong, pemekaran yang pertama pada tahun 1995 dan dijabat oleh Bapak A. Kabolo’ sampai tahun 1997 sebagai Desa persiapan. Kemudian pada tahun 1997 diadakan pemilihan Kepala Desa yang diikuti oleh tiga  kandidat yaitu  Bapak A.kabolo’, M.Tammu dan Daniel Momba’, pemilihan dimenangkan oleh Bapak A.Kabolo’ dan beliau melanjutkan kepemimpinan  sampai tahun 1999.

Berhubung tekanan dari sebagian masyarakat yang tidak puas dengan kepemimpinan Bpk A. Kabolo’ tahun 1999 maka beliau mengundurkan diri sebagai kepala Desa dan sejak itu pemerintahan di desa Buntu Tabang diambil alih Camat Mengkendek yang  pada saat itu dijabat oleh Bapak Y.sattu Batara, selanjutnya Tugas Administrasi dilimpahkan kepada Bapak M.O.Paembonan,BA yang pada saat itu selaku Sekwilcam Mengkendek.  Kemudian pada tahun 2001 diadakan lagi Penggabungan desa, maka  Buntu Tabang  dengan berbagaimacam gejolak akhirnya terpaksa terbagi dua yaitu bagian selatan kembali ke Desa Buntu Limbong dan bagian Utara bergabung ke Desa Sillanan sampai dengan tahun 2004.

Setelah itu pemekaran dilakukan lagi yang mana pada saat pemekaran kedua ini dapat dipasilitasi dengan baik oleh semua pihak, maka Utara dan selatan bergabung menjadi satu Pemerintahan yang baru yaitu Lembang Buntu Tabang dan pejabat sementara langsung ditunjuk bupati yaitu Bapak Drs. Simon Nasa. Drs. Simon nasa’ menahkodai Lembang Buntu Tabang sebagai pejabat sementara  sampai tahun 2007 dan tahun 2007 diadakan Pemilihan yang kedua kalinya  tapi tetap dimenangkan oleh Bapak Drs Simon Nasa’ untuk periode 2007-2013.

Setelah berakhirnya masa jabatan Drs. Simon Nasa’ pada April 2013 maka pejabat sementara diserahkan kepada Bapak M.O Paembonan yang saat itu selaku Camat Gandangbatu Sillanan, sampai pada tanggal 5 Desember  2013 dilaksanakan Pemilihan Kepala Lembang Buntu Tabang  untuk periode 2014 – 2019 yang diikuti oleh 6 ( enam ) Kandidat  yaitu Ferdianto, Amir Saleh Seong, Jhon Tammu, Andarias Patandean, Daniel Darmin Patandean, dan Darmawan Kali dan dimanangkan oleh Bapak Darmawan kali, Bapak Darmawan Kali memimpin Lembang Buntu Tabang sampai sekarang.

 

± Kepala Dusun

Karena Buntu Tabang  ini mengalami dua kali pemekaran yang mana pada saat pemekaran pertama tahun 1995 masih berstatus Desa sehingga wilayah-wilayah didalamnya dibagi perdusun yang terdiri dari  tiga  Dusun, yaitu : Dusun Pangala’, Dusun Buntu, Dusun Gandangbatu Timur. Kemudian pada saat pemekaran kedua tahun 2004 dari nama Dusun berubah menjadi nama Kampung seiring dengan berubahnya juga status Desa menjadi Lembang.

 

Kepala Kampung tahun 2004 s/d 2007 adalah sebagai berikut :

Ä Kampung Pangala’                      : Bapak  Y.Rukka

Ä Kampung Buntu                          : Bapak  Marten Duma’

Ä Kampung Gandangbatu Timur   : Bapak   Kamaruddin  Sukke’

 

                        Kepala Kampung tahun 2007 s/d 2013 adalah sebagai berikut :

Ä Kampung Pangala’                      : Y.Rukka

Ä Kampung Buntu                          : M.K.Kombong

Ä Kampung Gandangbatu Timur   : Nusi Ruminding

 

                        Kepala Kampung tahun 2014 s/d 2019 adalah sebagai berikut :

Ä  Kampung Pangala’                       :  Anthon Asi’

Ä  Kampung Buntu                          :  Yunus

Ä  Kampung Gandangbatu Timur    :  Bapak Byan 

2.1.3. Keadaan Sosial Ekonomi Penduduk

 

± Jumlah  Penduduk

 

Lembang Buntu Tabang mempunyai jumlah penduduk 2.204  jiwa, yang tersebar dalam 3 wilayah kampung dengan perincian sebagaimana tabel berikut;

Tabel 1: Jumlah Penduduk

Jumlah

(jiwa)

Kampung Pangala’

Kampung Buntu

Kampung Gandangbatu Timur

Jlh.

RT

(KK)

Jlh.

RTM

(KK)

Lk.

Pr.

Lk.

Pr.

Lk.

Pr.

Lk.

Pr.

987

1.217

223

 344

427

482

337

  391

613

196

2.204

557

909

728

 

± Tingkat Pendidikan

Tingkat/taraf pendidikan masyarakat Lembang Buntu Tabang berdasarkan latar belakang Pendidikan terakhir secara umum, sebagai berikut;

                              

Tabel 2: Tingkat Pendidikan

     

Pra Sekolah

SD

SMP

SLTA

Sarjana

704 org

550 org

475 org

340 org

135 org

 

± Mata Pencaharian

Lembang Buntu Tabang merupakan Lembang pertanian, maka sebagian besar  penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, selengkapnya sebagai berikut;

                              

Tabel 3:  Jenis Pekerjaaan

Petani

Pedagang

PNS

Pengrajin/Tukang

Honorer

879 org

37 org

48 org

24 org

29 org

 

± Pola Penggunaan Tanah

Penggunaan tanah di Lembang Buntu Tabang sebagian besar diperuntukan untuk tanah pertanian Perkebunan yang merupakan kebun kopi, kebun coklat, kebun cengkeh, hutan bambu, sebagian kecil untuk persawahan dan  bangunan serta fasilitas-fasilitas umum lainnya.

                              

± Jumlah Hewan Ternak

Jumlah hewan ternak penduduk Lembang Buntu Tabang sebagaimana tabel 4, tersebut di bawah;

 

 

Tabel 4:  Jumlah Hewan Ternak

Ayam/Itik

Babi

Kambing

Kerbau

Ikan

1450 ekor

1032 ekor

125 ekor

48 ekor

1500 ekor

 

                

             

± Prasarana dan Sarana

Kondisi sarana dan prasarana umum Lembang Buntu Tabang secara garis  besar sebagai berikut:

Tabel 5:  Prasarana dan Sarana Umum

Sarana Kesehatan

Prasarana Jalan

Rumah Ibadah

Jembatan/

Duicker

Posyandu

Pustu

Kab.

Kec.

Lembang

Gereja

Mesjid

3

1

1

2

2

11

3

3

 

 

± Kejadian-kejadian Penting

Berbagai kejadian-kejadian penting yang terjadi di setiap kampung :

v Kampung Pangala’

Tahun

Kejadian Penting

Kejadian Baik

Kejadian Buruk

1996

Listrik pertama kali masuk di Buntu Tabang

Hama Penyakit ternak

1997

Ada pelebaran jalan poros Mebali -Buntu

~

1998

Perbaikan  jalan poros Tabang- Kondongan yang diswadaya masyarakat

~

1999

Panen raya Cengkeh

~

2000

~

Gejolak politik pemekaran  Lembang

2001

Dusun Pangala’ bergabung dengan Lembang Sillanan

Terjadi kemarau panjang yang mengakibatkan gagal panen, dan masyarakat kesulitan air bersih

2002

~

~

2003

Panen raya  tanaman Vanili

Ø Adanya penyakit ternak/hewan

Ø Maraknya pencurian Vanili

2004

Terjadi Penanaman besar-besaran  tanaman Vanili

v Maraknya pencurian Vanili

v Program PPK untuk perpipaan Sillanan-Tabang gagal karena persoalan sumber air

2005

Berhasilnya tanaman Vanili

Maraknya pencurian Vanili

2006

~

~

2007

Panen raya Tanaman cengkeh

~

2008

Panen Raya tanaman Kopi

Gagal pada perengkingan di Kecamatan untuk perkerasan jalan Malillin-KaLembang

2009

~

~

2010

v Panen raya Tanaman Kopi

v Panen Raya tanaman Cengkeh

~

2014

v Pemasangan Meteran Listrik Gratis

-

 

 

 

v Kampung Buntu

Tahun

Kejadian Penting

Kejadian Baik

Kejadian Buruk

1996

~

Hama penyakit ayam

1997

~

~

1998

Masuknya listrik di Daerah Kondongan

~

1999

~

Terjadi kemarau panjang yang mengakibatkan gagal panen

2000

~

~

2001

~

Terjadi kemarau panjang yang mengakibatkan gagal panen, dan masyarakat kesulitan air bersih

2002

~

~

2003

Berhasilnya tanaman Vanili

Ø Adanya penyakit ternak/hewan

Ø Maraknya pencurian Vanili

2004

Berhasilnya tanaman Vanili

Maraknya pencurian Vanili

2005

Berhasilnya tanaman Vanili

Maraknya pencurian Vanili

2006

~

~

2007

~

~

2008

~

~

2009

~

~

2010

~

Rusaknya hasil panen padi masyarakat akibat musim hujan yang berkepanjangan

2014

Pemasangan Meteran Listrik Gratis

 

 

v Kampung Gandangbatu Timur

Tahun

Kejadian Penting

Kejadian Baik

Kejadian Buruk

1996

~

Wabah penyakit Diare

1997

~

  ~

1998

~

  ~

1999

~

v Wabah penyakit ternak

v Hama babi hutan

2000

~

Ø Hama babi hutan

Ø Hama penggerak batang

Ø Hama tikus

2001

~

Terjadi kemarau panjang yang mengakibatkan gagal panen, dan masyarakat kesulitan air bersih

Kebakaran hutan lindung

2002

~

  ~

2003

Berhasilnya tanaman Vanili

Maraknya pencurian Vanili

2004

Berhasilnya tanaman Vanili

Maraknya pencurian Vanili

2005

Berhasilnya tanaman Vanili

Maraknya pencurian Vanili

2006

~

v Gagalnya tanaman Vanili

v Gagalnya tanaman coklat

2007

~

  ~

2008

~

    ~

2009

~

  ~

2010

~

  ~

2014

Pemasangan meteran Listrik gratis

 

 

 

 

2.1.   Kondisi Umum Pemerintahan Lembang

2.2.1. Geografis

± Letak & Luas Wilayah

Lembang Buntu Tabang merupakan salah satu dari 12 Lembang/Kelurahan di wilayah Kecamatan Gandangbatu Sillanan. Lembang ini terletak 11 km ke arah Utara dari ibukota Kecamatan Gandangbatu Sillanan. Lembang ini memiliki wilayah seluas ± 11,18 km2 (» 11.180.m2).

 

± Batas-batas wilayah Lembang Buntu Tabang

Ä Sebelah barat     : Lembang Gandangbatu

Ä Sebelah selatan  : Lembang Betteng deata & Salubarani

Ä Sebelah timur    : Lembang Buntu Limbong

Ä Sebelah utara     : Lembang Pemanukan & Sillanan

 

± Batas-batas Iklim

Iklim Lembang Buntu Tabang , sebagaimana Lembang-Lembang lain di wilayah Tana Toraja  mempunyai iklim kemarau, penghujan dan pancaroba, dan cenderung masih dominan sejuk. Hal  tersebut  mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam  dan keadaan masyarakat di Lembang Lembang Buntu Tabang kec. Gandangbatu Sillanan.

 



 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Sejarah Pemerintahan Lembang Buntu Tabang

(Sumber Foto: Istimewa )   Asal nama Lembang Buntu Tabang diambil dari dua nama tempat yaitu “Buntu” & “Tabang” . Buntu adalah salah s...